Kita mungkin kagum dengan orang-orang kreatif atau inovatif, dan
mungkin juga terpikirkan oleh kita bahwa mereka memang memiliki bakat
atau terlahir sebagai orang yang istimewa. Namun, para ahli belakangan
ini meneliti sejumlah orang-orang yang memiliki daya kreativitas yang
tinggi dan inovatif menemukan, bahwa “kreativitas lebih merupakan psikologi bukan kemampuan intelektual”, dan Kita mungkin juga termasuk diantara orang-orang yang kreatif itu.
Menurut Scoott Berkun dalam bukunya, The Myth of Innovation,
mengemukanan bahwa inovasi bukan hanya terdiri dari sekedar lontaran
gagasan-gagasan atau ide-ide yang hebat saja, dibalik itu seyogyanya
diperlukan kepercayaan yang kuat atas gagasan atau ide tersebut, bahwa
ide itu bisa dilakukan atau dikerjakan, dan selain daripada itu juga
dibutuhkan kerja keras, fokus yang tajam pada hasil akhir, dan tetap
gigih ketika menghadapi hambatan-hambatan dalam merealisasikannya.
Sering kali kita cenderung memandang ataupun menilai bahwa hasil
akhir dari suatu ide kreatif hanya dengan rasa kagum saja, dan kita
tidak punya keinginan atau sekedar menengok proses, kerja keras serta
kegigihan dibalik layar yang membuat visi mereka menjadi realita. Apa
kata Thomas Alfa Edison si sang penemu lampu pijar, “Penemuan adalah 1% inspirasi, 99% adalah keringat”
Untuk itu, kata mereka, … sering-sering bangun prototype, … lantas
ujikan pada orang-orang, … kumpulkan feedback, dan lakukan
perubahan-perubahan tambahan, … daripada kita hanya memperlakukan
kesalahan sebagai kegagalan semata, … anggap semua itu sebagai
percobaan. Perhatikan apa kata mereka!, … “Eksperimen sebenarnya adalah kegagalan yang diharapkan untuk secara sengaja belajar sesuatu”,
… dan jangan menghukum diri sendiri karena gagal. Terima kegagalan
itu, … dan ambil pengetahuan temuan baru, … dan gunakan untuk menemukan
solusi terbaik. Capai tujuan anda untuk memproduksi hasil terbaik, …
namun pahami, bahwa kita mungkin menemui hambatan, apa kata Thomas Affa
Edison lagi, … “Saya tidak gagal, … Saya hanya menemukan lebih dari lima ribu cara yang tidak jalan”.
Sedangkan menurut Undang-undang No.18 tahun 2002 : yang dimaksud
dengan inovasi adalah: “Kegiatan penelitian, pengembangan, dan/ atau
perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan
konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses
produksi”.
Inovasi, dalam ilmu lingustik adalah fenomena munculnya kata-kata
baru dan bukan kata-kata warisan. Inovasi berbeda dengan neologisme. “Inovasi bersifat tidak sengaja”.
Inovasi sebagai suatu “obyek” juga memiliki arti sebagai suatu produk
atau praktik baru yang tersedia bagi aplikasi, … umumnya dalam suatu
konteks komersial. Biasanya, … beragam tingkat kebaruannya dapat
dibedakan, tergantung pada konteksnya; … suatru inovasi dapat bersifat
baru bagi suatu perusahaan (atau “agen/aktor”), baru bagi pasar, atau
negara atau merupakan proses penciptaan inovasi, .. seringkali
di-indentifikasi dengan komersialisasi suatu investasi.
Masih banyak lagi inovator yang mulanya hanya sekedar ingin tahu
saja, atau coba-coba, inquistif … dan yang senang menyelesaikan
masalah. … Dan menurut para ahli dan inovator yang telah berpengalaman, …
Anda pun bisa mencoba untuk menjadi salah satu dari orang-orang
inovatif dengan melalui latihan untuk memulai “melihat hal-hal secara beda”.
Misalkan dimulai dari, …. saat melihat suatu solusi untuk sebuah
masalah, … tanya pada diri sendiri, “apa alternatif untuk mengerjakan
hal ini?”. … Ajukan beberapa pertanyaan dan tantang norma-norma atau
metode yang sudah ada, antara lain dengan mulai membuat jurnal, …
tuliskan setiap pemikiran, ide, dan inspirasi anda (brainstorming), …
kemudian mulai berpikir pada kertas tulisan yang telah anda buat tadi.
Selesaikan Masalah Dengan Cara Berlawanan,
Tujuan dengan mencipta dan Brainstorming dengan menyelesaikan masalah yang berlawanan dengan masalah yang akan anda selesaikan.
Sebagai contoh, jika anda mencoba menciptakan design laptop terbaik,
coba mulai dengan ide untuk menciptakan design laptop terburuk. Untuk
semua ide yang muncul, … balikan!.
Misalkan ide design laptop terburuk adalah laptop berat dan gemuk, …
kebalikannya adalah laptop ringan dan ramping untuk digunakan dalam
design laptop terbaik. Tehnik ini sangat baik digunakan dalam
brainstorming kelompok. Karena kedengarannya sangat bodoh, dan
orang-orang lalu menjadi bermain dalam menjawab.
Humor menurunkan pembatasan dan mendorong orang-orang untuk
mengatakan sesuatu dengan suara keras, sehingga orang-orang menjadi
lebih terbuka dan merasa aman.
Cari Lingkungan Kreatif.
Cari lingkungan yang merilekskan atau mengilhami dan memicu
kreatifitas kita. Untuk itu, kita dapat mencoba berbagai lingkungan yang
beda sampai menemukan beberapa area yang benar-benar bisa membuat kita
mengeluarkan ide terbaik kita.
Kerjakan Sesuatu Yang Menyenangkan.
Jika kita merasa mandek pada sesuatu, … alihkan pikiran dengan
mengerjakan sesuatu yang menyenangkan, … yang sama sekali beda.
Hasilnya, kita akan kembali dengan pikiran yang segar.
Cari Partner.
Cari partner yang kreatif, … dari sini biasanya ide-ide baru bisa
muncul sebagai hasil dari dua kekuatan yang tak akan terjadi pada satu
orang. Dengan kata lain, brainstorming bersama.
Hilangkan Rasa Takut Gagal.
Dorong diri sendiri untuk mengambil cukup banyak risiko yang tidak
tertutup kemungkinan kita akan gagal disana-sini. Jika tidak gagal, …
berarti kita tidak melakukan sesuatu yang secara sufficient sulit atau
kreatif.
Bicara Dengan Seseorang.
Kita akan menemukan yakni, … ketika kita membicarakan dengan
seseorang suatu solusi, …yakni ketika kita menjelaskan situasi kita.
Namun kita tidak mengharapkan, orang lain itu untuk menyelesaikan
masalah kita, … Feedback yang kita terima, adalah apa yang akan kita
gunakan sebagai pemicu ide-ide kita.
Kenali Hambatan.
Untuk mengerahkan upaya menyelesaikan hambatan-hambatan, … coba
kenali dan buat rencana untuk hal-hal yang non kreatif yang bisa
menghambat pemikiran kreatif. Hambatan yang paling umum adalah
kehilangan motivasi, kehabisan uang, tidak bisa meyakinkan orang
penting.